Hari ini adalah pelajaran kelas Seni Rupa.
"Anak-anak...." sapa ku saat pembukaan kelas. Semua mata tertuju padaku.
"Iya bunda..." jawab mereka kompak.
"Jangan panggil saya Bunda Shinta, panggil saya Ratu Shinta" mencoba memasang ekspresi angkuh 😂
"Hahahah, saya mauuuu" teriak anak-anak sambil tertawa.
"Ayo kita buaaat! Ambil lem dan gunting kalian" perintahku penuh semangat.
Saat mereka menyiapkan lem dan gunting, saya menyiapkan kelopak bunga-bunga mawar dan daun pandan. Ini bunga dan daun yang, mudah di dapat. Iya sih memang identik dengan bunga kuburan, tapi... mari kita ubah menjadi sebuah kreatifitas.
"Oke perhatikan Ratu Shinta" saya masih bersandiwara.
"Ambil potongan kertas dan buat menjadi lingkaran, lem kedua ujungnya"
langkah pertama, mereka mengikuti dengan antusias.
langkah pertama, mereka mengikuti dengan antusias.
"Silahkan kalian gunting daun pandan sesuai yang kalian inginkan.
Mau panjang atau pendek, silahkan" langkah ke dua.
"Terakhir, silahkan tempel kelopak bunga mawar sesuai keinginan kalian" mereka mengangguk mantap, lalu mulai serius mengerjakan proyek kali ini.
Kelas menjadi hening sejenak, wajah-wajah lucu mulai serius menata kelpopak bunga dan daun pandan. Mahkota hampir selesai.
"Bunda lihat, bagus tidak?" tanya salah satu murid perempuan.
Saya hanya tersenyum dan menunjukkan dua jempol.
Saya hanya tersenyum dan menunjukkan dua jempol.
"Bunda... bagus tidak?" kalimat itu terus bermunculan sebanyak 20 kali.
Melihat kreatifitas mereka, membuat mereka menjadi lebih mengerti.
Bahwa seni bisa dibuat dari bahan apapun, tidak hanya kertas dan crayon.